NIKAH?? YAKIN GAK??

on Senin, 08 Oktober 2018

Gimana ya. So many things wannna share but no action so nothing happen. Fyuh. Dan kalo udah ngadep papan ketik gini jd blank semua. Lupak mau nulis apa.

Who am i? Yas im a mamma now. A mother from Kaisar Arta. Iya anak laki2 yg tak damba sedari dulu sebelum nikah.

Eh ngomongin nikah dulu aja layaw. Aku pernah sih ya nulis tentang nikah. But now, may i will write from annother different side. Gitu

Sejujurnya aku pengen blogging lg karna ketemu sama ig inspiratif @annisast. Jd motivated gitu buat nulis lg. Drpd ngapain gitu hlohh. Toh dipos atau engga dipos sejujurnya nulis itu kerjaan harianku. Knpa gak shared aja ya kaan...

Menikah.
Bagi yg udah 25 tp belum nikah2 juga pasti kebelet nikah pakai banget. Bener toh? Hopefully all of u become a wise person yah dlm nikah gak nikah ini. Soalnya gini hloh, nikah itu gk cuma antara kamu sama pasanganmu. Jd lagi ya, be wise pokoonya.

Seperti yg aku baca dari tulisan2 mbak annisa, pikir baik2, kalau dirasa udah mikir baik2, pikir lg lebih baik. Pokoknya pikir teroos jgn kasih kendor. Jgn asal kebelet hbs itu nikah gitu aja. Usia 25 itu usia yg nurutku kita bener2 diusia yg well bgt buat jd seseorang yg lebih bijak sekaligus lebih baik. Misal pun posisi skrang kamu udah dipinang, tapi kok masih aja ada yang ngganjel gitu, sudahilah. Putus. Iya aku serius hlooh. Mungkin kamu terluka. Tapi percayalah itu luka gk akan seberapa. Menikah sama dengan menjalin hubungan sama orang yang harapannya selamanya. Dari yy bukan siapa2 jd yang segalanya. Kalo kamu dari awal udah ngrasa ada yg bikin nggak sreg, jangan ragu mengakhiri. Drpd nanti diperjalanan bingung sendiri ngadepin satu sama lain, mending udahi kaan sebelum semuanya memburuk dan hampir mustahil kembali.

Aku pnya temen yg dia itu sweet bgt sama pasangannya. Dia sering tulis disosmednya dia kalau dia sama pasangannya selalu discuss apapun itu entah penting gak penting. Dia sama pasangan jg punya visi dan pemikiran yg sama, anggaplah mereka seprinsip laah yaa. Dan ini well banget hlooh serius.

Bayangin kamu nikah sama orang yg ditanyain dikit aja malah jawab "tanya mulu sih!". Berantakan gk sih hatimu? Padahal kamu cuma tanya "udah makan?" "Makan apa?" "Dimana?" (ps. Gk sereceh itu juga sih). Ya pokoknya ketika kalian lg ngobrol dan kamu nanya beberapa hal terus dia jawab begitu "tanya mulu sih!". Rasanya???

Itu baru antara kamu dan pasanganmu ya. Belum lagi antara anakmu dan orang tuanya, entah bapak atau ibunya. Inget ges, nikah itu gk cuman cari pasangan. Tapi cari bapak/ibu buat anak2mu. Inget ges ingett!!! Mon map ya pake pentung banyak. Wkwk.

Iya aku serius. Kamu harus bgt bahas ttg all the things bout parenting sebelum memutuskan untuk menikah sama seseorang. Kiranya gk sejalan, sudahi. Iya, lagi2 aku bilang sudahi kek nyarani better makan krupuk drpd tempe ya wkwk. Tp emang kok. Lebih baik sakit hati krna gk jadi nikah drpd udah nikah udah pnya anak, eh taunya blas pasanganmu bukan bapak/ibu yg kamu dambakan buat anakmu. Parenting itu teorinya banyak, dishare dimana2. Praktiknya yg susah. Boro2 praktik kaan, kalau pasanganmu baca aja nggak mau njut piyee. Ya gitu itu sekali lagi. Kamu pilih sakit hati diawal atau sakit hati ketika udah nikah. Secara gk langsung kamu jg nyakitin anakmu hlooh dgn nyariin bapak/ibu yg gak tepat.

Dan yg paling bikin gemes2 anyel itu tentang keluarga. Pastikan keluarganya gk hobi ganggu dan kepastian2 yg lain pokoknya segala2 pastikan deh. Gimana ibunya bapaknya simbahnya om tantenya. Pokoknya pastikan. Kiranya kamu ada yg gk cocok sementara orang yg mau kamu nikahi itu bela mati2an saudaranya yg engga kamu cocoki itu, mending udahan deh. Iya yakin. Yakin aku gk bohong dan gk ada niat kasih saran gk bener. Kalau bapak ibu masih tolerir ya. Ya masak kamu mau gak cocok sama camer dan berharap anaknya bela kamu. Pokoknya banyak2 pastikan deh. Apalagi masalah camer. Bener2 kupas tuntas laah. Kecuali kamu nantinya kamu gk akan tinggal deket2 camer. Tapi kalo camermu hobinya kepo ini itu udah tinggal jauh pun dikepo juga hlo. Ya seenggaknya kalau jauh gak gitu kerasa beban hatinya sih.

Kapan2 aku share tentang trend mantu perempuan jaman sekarang ogah tinggal sama mertua ya. Wkwk. Kamu termasuk gak? Kalau aku sih iya 😂😂😂.

CPNS ~seri galau~

on Sabtu, 06 Oktober 2018

Eciee yg katanya mau rajin posting tapi apa kabar. Malah gk nulis blas hloh betewe. Alesannya retoris pula. Pusing. Hfff.

Jd mendadak aku kepikiran sama CPNS. Yakin gak ndaftar gak ya. Galau banget. Temen2 pada daftar, ntar kalau mereka pada jadi PNS pasti aku kecewa udah gk ndaftar. Tapi kalau aku ndaftar, Kaisar nanti gimana. Yakin mau masukin daycare diumur 1 tahun? Masih digolden agenya dia.

Dan aku sudah terlancur teracuni sama wejangan Bu Ainun. Apa gunanya kepuasan pribadi karna karir bagus tapi anak tidak dalam dekapan. Iya, aku seenggak tega itu. Tapi aku gak pandang jelek buibu yg kerja ya. Kalian hebat tauk bisa sebegitu kuatnya ninggal anak dan cari uang buat anak juga. Aku mah apa. Tak kuasaa .

Blum lg takut bikin kecewa mertua. Iya mertuaku pengen bnget aku daftar. Pengen aku jd PNS. Jadi aku takut ngecewain juga.

Tapi menatap Kaisar, hilang sudah semua hasrat CPNSan itu. Sungguh.

Bismillah kuatkan hatiku untuk survive dgn sgala keputusanku ya allah. Aamiin.

on Kamis, 04 Oktober 2018

Motivated to be a blogger, again. Toh dipos gk dipos kerjaan harianku nulis kaan. Biar ketok agak produktif gitu bolelaah.

Terima kasih kak ica. Akun ignya @annisast. Udah memotivasi scra gk langsung buat aku blogging lagi

hamil? takuuutt..

on Minggu, 23 Juli 2017

dulu sewaktu masih lajang, pernah suatu hari pergi ke puskesmas kecamatanku. periksa gigi waktu itu (karena kalau ke puskesmas itu cuman babagan gigi kalau dulu. gigi yang impaksi. nanti tak tulis deh kpan2). 

pagi itu aku antri di poli gigi. namanya juga puskesmas, tempatnya kecil jadi antrian antar poli kelihatan. aku duduk mengantri di depan poli gigi. seberang agak ke kiri, ada antrian poli kia. salah satu pengantrenya adalah mbak2 muda dengan wajah penuh peluh dan kondisi badan yang tidak sehaat, hamil besar pula. pemandangan yang bagi 'si takut hamil' sepertiku sangat mengerikan. antrian di poli kia waktu itu cukup banyak. jadi mbak yang kesakitan tadi harus menunggu cukup lama untuk diperiksa bidan.

aku,  waktu itu meminta pada rabku untuk memberiku kesempatan hamil pada usia dimana segala hal mengenai duniaku sudah tumpah2. uang yang bisa kugunakan untuk periksa kehamilan di tempat yang bagus, personil medis yang berkualitas, alat2 canggih. bukan di puskesmas.

maklumlah, aku adalah wanita yang sejak remaja selalu ketakutan akan hal berbau kewanitaan. kalau ada pelajaran biologi yang membahas mngenai kewanitaan, lebih baik aku remidi daripada harus mempelajari seluruh materi yang menakutkan itu. aku takut hamil, takut melahirkan. takut sakitnya, takut ada apa2 dengan anak tidak terlihat dirahimku, takut lahiran normal sekaligus takut operasi. bagiku pokoknya hamil adalah urusan nanti kalau segala duniaku sudah lebih dari cukup.

sayangnya, manusia mana yang dapat meramal dan menentukan takdirnya. menikahnya pasangan adalah ketetapan, hamilnya seorang ibu adalah ketetapan, lahirnya jabang bayi juga ketetapan. dan tanpa pernah kubayangkan, aku menikah diusia 23 tahun 1 bulan dan hamil diusia 23 tahun 4 bulan.

mulanya aku begitu terkejut ketika bidan menyatakan aku hamil. aku tidak bahagia waktu itu. aku takut. takut pada banyak hal. ketakutan yang sejujurnya sama sekali tidak penting tapi kupikir teramat sangat. pertama kali dinyatakan hamil, usia kandunganku 6 minggu. pada minggu ke 8 aku melakukan usg. dan, itu pertama kalinya aku bisa merasa bahagia dengan keberadaan janīn di rahimku. belum ada yang terlihat kecuali titik kecil sebenarnya. tapi entah mengapa ketakutanku yang banyak seketika hilang. dan aku begitu bahagia menatap titik kecil yang akan menjadi anakku itu.

meskipun sampai usia kehamilan 17 minggu kondisiku masih belum stabil, tapi aku tetap bahagia dengan kehamilanku.

jadi, untuk kalian yang takut hamil, takut menikah, hilangkan segala ketakutan itu dan lakukan saja. karena menatap titik kecil di rahim saja bikin hati bahagia.

jujur saja, diawal pernikahan, aku memohon pada suami untuk menunda kehamilan. suami bersedia. tapi selalu bilang padaku kalau tidak memiliki anak adalah kepedihan terbesar pasangan. bagiku waktu itu, 'si takut hamil', berpikir, apa yang harus ditakutkan hanya karena tidak adanya anak. dan 3 bulan setelah pernikahan kami, aku hamil. sampai usia kehamilan 17 minggu ini aku sadar bahwa kebahagiaan seorang ibu tidak akan lengkap tanpa menatap anak dalam rahimnya.

berbahagialah wanita yang hamil. dan jangan bersedih bagi yang belum hamil. bagi yang menunda kehamilan, ingat bahwa hamil adalah kebahagiaan. bagi yang takut hamil, sungguh itu ketakutan yang fana. SUNGGUH..

bedrest is the most memorable time

on Sabtu, 22 Juli 2017

setiap ibu yang hamil pastinya ingin anaknya bertumbuh dengan sehat di dalam rahim. masih tetap bisa beraktivitas seperti biasa, kalanya sebelum hamil, and no bed rest time which is the most bored time.

tapi beberapa bayi menginginkan ibunya istirahat dan hanya berkonsentrasi dengannya. di atas kasur. berdua saja. tanpa berpikir untuk cari uang, cuci baju, setrika, bersih2 rumah, maen sama teman2 dan lain sebagainya. waktu berkualitas dan hangat antara ibu dan si jabang bayi. ya, anggap saja definisi bedrest adalah yang saya paparkan di atas.

jadi, bagi ibu2 yang diharuskan untuk bedrest selama hamil, berbahagialah. karena si jabang bayi ingin perhatian kita hanya padanya. dia sayaaaaang sekali pada kita melebihi anak lainnya. dia ingin segala perhatian kita hanya tercurah padanya. untuk dia.

dan bagaimana mengatasi kejenuhan nggendong kasur selama hamil?
kalau saya ya mainan hp sambil elus2 perut. nonton gempita nora marten yang lucu abizzz. atau blogging. atau sekedar nulis2 isi hati di diary. atau baca buku sambil tiduran. atau belajar toefl lewat youtube. atau baca berita2 yang lagi jadi tranding topic. banyak kaan. daripada sungguh2 hanya ngasur sepanjangan hari dan pegel2 di badan. lumayan kan untuk mengatasi bosan luar biasa yang melanda. apalagi tipe ibu yang seperti saya, yang suka beraktivitas entah apapun itu. kalau suami saya bilang muyek. dan sekarang waktunya untuk istirahat di kasur.

selamat ngasur ibu2 yang bernasib sama dengan sayaa. berbahagialaah..

selasa, 18072017

on Kamis, 20 Juli 2017

no pictures for this post. sorry.

masih minggu orientasi untuk siswa sekolah alam aqila. selasa ini mereka ada kegiatan mengenal lingkungan sekolah dan mengentalkan persahabatan antara kakak dan adik kelas. seruu kan yaa..

semua siswa dikumpulkan untuk diberi pengarahan game dan pembagian kelompok. setiap kelompok terdiri dari kelas 1-4 dan anggota kelompok ditentukan oleh faslitator. tugas tiap kelompok adalah mengenal lokasi2 atau tempat2 di sekolah. bagaimana metode gamenya?

mula2 siswa dibagi ke dalam 8 kelompok. kedelapan kelompok tersebut diberi denah sekolah disertai keterangan gambar. and, sorry for no pict, anymore. tujuannya adalah melatih siswa membaca denah. sederhana sih, tapi khasnya aqila, mengena.

setiap tempat di dalam denah tersebut diberi urutan nomor. masing2 kelompok mendapat urutan nomor yang berbeda untuk mengerjakan tugas yang diberikan pada setiap tempat di sekolah. misal, kelompok 1 mula2 pergi ke lokasi yang bertanda angka 1, dilanjutkan ke lokasi bertanda angka 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8. kelompok 2 pergi ke lokasi bertanda angka 2-3-4-5-6-7-8-1. begitu pula kelompok lain. tujuannya adalah agar mereka tidak berada di satu tempat atau lokasi pada waktu yang sama.

apa saja tugas yang diberikan dimasing2 lokasi? macam2. ada yang diminta menyebut benda2 yang ada di tempat tersebut, doa ketika masuk ke tempat tersebut, adab ketika berada di tempat tersebut, judul buku yang ada di tempat tersebut, dan lain2.

gimana aqila hari ini? hebat kaan.. masih mikir2 untuk menyekolahkan anak di sekolah alam? hmmm. disayangkan deeh.
memang sih, menurut saya pribadi berada di lingkungan sekolah alam meluthukan kulit. pernah sebelum bedrest saya bertemu seorang sahabat. dia bilang kok sekarang saya luthu amat. dia pikir, mulanya, sebelum saya bilang kalau saya jadi volunteer disebuah sekolah alam di dekat desa saya, keluthuan yang mendera saya adalah gawan bayi yang saya kandung. wkwk. ngaqaqq kan.
tapi memang. sungguh. awalnya saya agak sedih karena kulit saya baik wajah maupun tubuh menghitam. tapi ya sudahlah, itu harga yang harus saya bayar untuk sebuah pengalaman yang nilainya tidak bisa dibeli dengan uang, berlian, permata, atau iming2 dunia lainnya.

luthu: kusam, hitam, berminyak, nggak mulus.

senin, 17072017

on Senin, 17 Juli 2017

lama banget ndak posting tentang aqila. karna kemaren saya bedrest. tapi karena saya bandel bedrestpun masih pengennya blablabla. wkwk. tapi endak duyu yen masuk sekolah.

hari ini hari pertama masuk sekolah setelah sekian lama. bahagyaanyaa. bersama orangorang baik disekeliling.

ada siswa baru kelas 1. alhamdulillah yang rewel cuman 1anak saja. yang lain bisa segera bergaul dengan temannya. 1anak yang sepertinya spesial. dan bagiku mamanya orang yang hebat. bersedia (baca: tega) untuk tidak membuat anaknya semakin nyaman dengan keterbatasannya. mamanya tahu bahwa anaknya harus ditunggu di sekolah agar si anak tidak rewel. tapi mamanya meninggalkan si anak. memantapkan hati dengan pilihan dan keputusannya meskipun, otomatically, hati harus bersitegang dengan akal. but, i think, she is the best mom ever the child has.

antara aku dan persimpangan

on Selasa, 25 April 2017

pernah tidak berasa sedang berdiri di persimpangan, harus menentukan jalan kemana hidup berlanjut? bahkan persimpangan itu bukan sekedar pertigaan, perempatan, atau perlimaan; tapi lebih. pernah?

aku sering.
bingung? pasti.
pertimbangan apa yang paling memberatkan untuk memilih satu jalan, apa yang memerlukan waktu tempuh paling cepat meskipun sejatinya jarak tempuh lebih panjang. atau yang berkelok liku tetapi menyajikan sekitar nan menakjubkan. atau jalan yang paling gemerlap, paling benderang, menyuguhkan pemandang kota dengan hiruk pikuknya yang menggoda. atau jalanan yang rusak namun memiliki jarak tempuh pendek. atau atau atau jalan lain dengan suguhan mereka masing-masing.

jika sudah memilih lewat maka mustahil kembali ke titik 0, ke persimpangan utama, semula. meskipun pahit harus tetap dititi, tak peduli apa. meskipun berdarah-darah tetap harus dilalui, tak peduli mengapa. indahnya, ketika lelah, aku punya tongkat malaikat yang dapat mengubah jalan di depanku kembali menjadi titik 0, persimpangan utama, semula. sayang konsekuensinya ya itu tadi, aku harus kembali menentukan pilihan dengan risiko yang tertanggung.

ketika berproses melewati jalan yang kupilih, kadang aku berpikir bahwa aku sedang menuju ke arah yang keliru, bahwa semestinya untuk mencapai tujuan hidupku jalan tersebut tidak seharusnya kulalui. kalau tidak harus menempuh perjalanan yang lebih panjang, ya tidak akan pernah sampai. sedeh? pasti..
lalu?

lalu pertanyaan yang selalu kungiang adalah "apa perjalananku mendekatku pada tuhanku?" dan masa bodoh dengan tujuan, dengan destinasi akhir yang seharusnya kudatangi.

seandainya memang jalanku mendekatkan pada tuhan, nyinyiran sepedih apa, peluh sepilu apa, atau air mata sederas apa, biarlaah. ia membawa berkah. karena beginilah jiwa harus bertahan menghadapi fananya dunia yang makin menggila. dan tongkat malaikat tidak akan kugunakan untuk mengubah jalan didepanku menjadi persimpangan.

statement terakhir mutlak merupakan doa karena hakikatnya aku melulu (masih) tergoda oleh jalan yang memiliki gemerlap lampu terbederang, karena ia terang. dan itulah kefanaan, sesuatu yang terada-ada namun sejatinya tidak pernah nyata. itulah jalan yang menyuguhkan dunia. jalan yang bagi mayoritas orang, termasuk aku, selalu menawan.

sungguh itu keliru. jalan termulia adalah yang sekali lagi, mendekatkanmu pada tuhan. jika sekiranya jalanmu menjauhkanmu dari tuhanmu, maka segera keluarkan tongkat malaikat dan buat persimpangan baru. lalu pastikan, the next way you choose is allah's.

semoga berkahNya selalu diberikan untuk kita. amiin.

bagi yang sedang melewati jalan mulia itu, jangan gentar yaa. jangan kepincut untuk segera sampai didestinasi yang selalu kita bayangkan. kita sama-sama menguatkan untuk bertahan yaa.

oh allah, tiada daya dan kekuatan selain Engkau.

kamis, 20042017

on Sabtu, 22 April 2017

hebatnya anak2 ini. antusias berpartisipasi dalam sebuah pertunjukan untuk anak seusia mereka luar biasa tinggi. betapa tidak, mereka menyeretku mengajak berlatih baca surat annaba' dan tarian sederhana cublakcublak suweng.

dan, tidak banyak yang bisa dikisahkan pada page ini. karena entah kenapa, hari ini flat maksimal.

ps: fotonya hilang. wk

jumat, 21042017

setiap wanita adalah istimewa.. meskipun terlambat, ijinkan saya mengucapkan selamat hari kartini untuk seluruh wanita indonesiaa...

bertepatan dengan tgl 21 april, sd aqila memperingati hari kartini sekaligus hari bumi yang jatuh pada tgl 22 april. beberapa acara yang diselenggarakan untuk memperingati dua hari besar tersebut adalah fashion show baju recycle, performance siswa, bagi bibit gratis, dan galang dana untuk somalia. mulia kan lagilagi, events di aqila itu?

acara dilangsungkan di kampus 1 aqila. dekor panggung dan tetek bengek dilakukan pada pagi hari (pada hari sebelumnya sudah dicicil tentunya). lalu, sekitar pukul 8.30wib, acara fashion show dimulaai.. lucu2 hlooh bajunya. kreatif lagi.. update foto menyusul yess..

setelah fashion show selesai, dilanjutkan performance siswa. siswa2 di aqila punya rasa percaya diri yang dan antusias yang tinggi untuk mengikuti performance ini hloo. nanti deh dijudul kamis, 20042017 akan saya kisahkan fotonyaa sewaktu mereka latihan.
sewaktu di atas the real stage, mereka menampilkan terbaik merekaa. ada yang menampilkan hafalan surat, tarian sederhana cublakcublak suweng, bahkan drama. kecilkecil hebat kan yaa..

ditengah hiruk pikuk keseruan fashion show dan performance siswa, di luar kampus dilakukan penggalangan dana untuk somalia dan bagi bibit gratis. para fasil dibantu beberapa siswa berpanas ria di jalanan menggalang dana dan membagi bibit gratis untuk para pengendara yang berlalu lalang di depan kampus 1. betapa bahagia wajah siswa, ketika ada pengendara yang berbaik hati untuk sedikit memelankan laju kendaraan mereka dan mengambil brosur donasi untuk somalia atau bahkan mendonsikan secara langsung uang mereka.

selesainya acara, diumumkan juara lomba fashion show baju recycle. ada 5 kategori juara, juara paud putra, juara paud putri, juara tk putra, juara tk putri, dan juara sd. selamat untuk para pemenang yaaa.

panasnya udara tentu bikin perut lapar dan haus, pengen makan dan minum sebanyak mungkiin. alhasil, larislah dapoer aqila yang menjual berbagai jajanan dan minuman segar produk wali murid sendiri. sesuai slogan aqila banget yaa.. maksimalkan potensi, lejitkan prestasi.

acara selesai sekitar pukul 11 dan setelahnya para fasil beberes bekas panggung dan segala rupanya. muka kelelahan para fasil terpasang jelas pada lamunan mereka. hehehe.
sayang, karena harus segera pulang saya tidak ikut beberes sampai akhir. maafkan yaaa.

oiya, tidak lupa ada liputan pula mengenai kegiatan aqila ini oleh seorang warta berita. beliau mewawancarai head master aqila yang super hebat luar biasa tiada kata mendeskripsikannya. tunggu terbitan liputannya yaa. dan pastikan baca hloh.

ps: karena hp nggak secanggih itu, foto2 menyusul yaah pembacaa..

rabu,19042017-part4

on Rabu, 19 April 2017

kelas 3 membuat kapal untuk senangsenang. kata salah seorang fasilitator memang mereka suka berkreasi. bagus kan kapal mereka? apa ada kapal di dunia ini yang seperti kapal mereka? barangkali bisa dijadikan inspirasi para ilmuan pembuat kapal yaa..  wkwk

ps: foto agak blur karena saung bergoyang2 😆😆

rabu,19042017-part3

hasil kreasi dari tanah liat. lucu banget yaaa. dibuat oleh seorang siswa kelas 1 yang bisa dibilang agak susah diatur, mutungan, dan agak gembeng. wkkk...
kalau memang bakatmu, ditekuni ya deek. kelak semoga jadi orang hebat dibidang ini..

yang hebat dari sekolah alam adalah siswa dibiarkan kuasa untuk melakukan kesukaan mereka namun tetap dalam pengawasan. yang paling penting adalah selalu diingatkan bahwa manusia adalah makhluk papanya Allah.

rabu,19042017-part2

siswa kelas 2 membuat kapal selam agar bisa melayang dan tenggelam dengan media botol plastik. asyik kaan learning by doing itu? kalau dalam domain atau ranah kognitif bloom sudah di tingkat c6 right? sejatinya learning by doing juga lebih mengena alias terekam dengan baik di otak. salut sama sd aqila..

rabu, 19042017-part1

Siswa berbaju biru yang duduk di kelas 2 menangis karena takut dengan teman sekelasnya. Dia menangis di depan kelas 1. Anak-anak kelas 1 mengerumuninya  bertujuan untuk menenangkan dan mengantarnya ke kelas. Mulia kan? Biasanya mengerumuni teman yang menangis itu untuk dipermalukan dan ditertawai. Tapi anak ini lain. Luar biasa bukaan??

all about you are memorable

kisah di label ini tentang sd alam aqila. sekolah dengan banyak kisah inspiratif dan sayang untuk dilewatkan. jadi, aku menuangkannya di blog sebagai salah satu bahan tulisan harian

bismillah istiqamah

selamat pagi, hari..
alhamdulillah di hp ada app blogger jadi bisa ngeblok lagi.. aaa setelah lama vakum karena males buka laptop. wkwk.

semoga istiqamah bisa nulis diblog lg meskipun tulisanku nggak bagus dan kadang absurd. tapi aku suka kook. sukasuka aku kan yaa..

well, nia.. kegagalan itu semacam tersesat. misal mau ke pantai and no gps no people we can ask.. yang bisa dilakukan hanya gambling cari jalan. kalau ternyata salah jalan, ya tinggal cari jalan yang lain. iyaa,, kegagalan sesimpel itu..

on Minggu, 05 Juni 2016
ibu, maafkan aku karena belum mampu menerima posisiku. terima kasih atas kesempatanmu.

written by @niahaji
on Senin, 25 Januari 2016
persimpangan adalah tempat terindah untuk berpikir kemana kaki harus melangkah. namun jika terlalu lama berhenti untuk berpikir, maka setiap kaki akan mendahului..dan warna marka tetaplah hanya tiga..

witen by @niahaji

Mari Terpuruk...

Selamat siang dari Indonesiaa

Sudah waktunya bangkit dari keterpurukan hanya karena merasa banyak sekali yang terbatas. Mari mulai membicarakan tentang mimpi dan menitipkannya pada pemilik takdir kembali. Seperti yang mentor saya katakan “Allah mempertemukan kita karena suatu alasan”. Dan alasanNya mempertemukan dengan orang baik itu adalah untuk menyusun semuanya sekali lagi; sekali lagi bermimpi, sekali lagi berdoa sangat khusyu’, sekali lagi berusaha sangat keras. Ya, sekali lagi.

Saya meyakini, bahwa suatu hari kelak, entah ketika semuanya menyata atau diganti yang lebih baik menurut versiNya, tulisan ini akan membuat saya berlinang air mata.

Mengenai mimpi itu. Sejak berputih abu-abu saya sudah memimpikan untuk melanjutkan studi di luar negeri. Namun karena mendapat penghinaan yang sangat besar dari orang yang paling saya harapkan bisa mendukung saya, semua mimpi itu saya buang jauh-jauh. Akhirnya, saya melanjutan S1 saya di UNS Solo jurusan Pendidikan Akuntansi. 

Sebenarnya, jurusan itu juga bukan pilihan pertama saya. Awalnya saya tidak ingin mengambilnya walaupun sudah diterima. Namun karena bingung juga mau ngapain kalau nganggur setahun, akhirnya saya putuskan untuk tetap mengambil kesempatan itu sambil mempersiapkan diri untuk SNMPTN tahun depan.
Tetapi Allah mengatakan lain. Justru dijurusan itu saya merasa nyaman. Saya bertemu dengan orang-orang baik yang mengajarkan saya untuk hidup bersama dengan harmonis; sesuatu yang tidak saya dapat ketika masih SMA.

Tahun lalu, tepatnya 25 September, saya dinyatakan lulus dan diwisuda pada tanggal 5 Desember. Sekarang, ketika tulisan ini dibuat, saya sedang berstatus sebagai the first galauest people in the world. Kenapa? Karena mimpi saya untuk studi diluar negeri itu muncul kembali.

Bukan karena teman-teman SMA ada yang sudah melanjutkan studi ke luar negeri. Mereka anak-anak orang berada, kemanapun inginnya pasti ada jalan; karena uang akan membawa kemanapun mereka ingin, bukan? Tapi tetap saja, setiap orang yang dapat beasiswa untuk studi ke luar negeri, entah ia berada atau papa, usaha keras perlu dilakukan agar mimpi itu kesampaian. Begitulah cara saya memotivasi diri. Yang harus saya tiru dari teman-teman yang sudah berangkat duluan ke luar negeri adalah kerja keras mereka. Bedanya, saya akan mengusahakan dengan meminimalisir mengeluaran uang. Hehehe.

Namun, justru karena mimpi itu muncul setelah saya dinyatakan lulus, membuat saya sangat mederita. Kenapa? Karena dilain sisi saya ingin bekerja; suatu pekerjaan yang dapat menghasilkan banyak uang dengan stabil (baca pegawai perusahaan). Beberapa hari lalu, saya memasukkan lamaran ke lima perusahaan besar di kota solo raya. Anehnya, saya tidak tahu harus berdoa agar diterima atau tidak. Itulah dilemanya.
Disatu sisi, saya adalah anak pertama yang -meskipun orang tua saya tidak meminta- harus membantu orang tua mencari uang. Dan disisi lain, saya ingin fokus mendedikasikan diri sebagai scholarship hunter dengan meningkatkan kualitas diri dan pengalaman mengajar dibidang yang saya geluti (akuntansi). Tapi, jika saya mengajar, uang yang saya peroleh tidak akan seberapanya gaji diperusahaan. Dan, mencari sekolah yang membutuhkan guru Wiyata Bakti jaman sekarang juga susah. Finally, saya hanya berdiam diri tidak tahu harus melakukan apa-apa a.k.a terpuruk.

Saat sedang terpuruk, saya terus memikirkan banyak hal. Saya bertanya mengapa Allah melakukan “ini” pada saya. Disaat teman-teman saya sudah dapat panggilan tes dari perusahaan yang dilamar, atau sudah menjadi guru Wijaya Bakti di suatu sekolah, saya bertanya pada Allah apa yang sedang Ia rencanakan untuk saya. Saya mulai tidak berani untuk bermimpi, dan mimpi terbesar saya adalah SAYA INGIN UNTUK TIDAK BERMIMPI. 

Ah, iya.. Manusia memang tempatnya suka yang instan-instan. Jika saya bekerja di suatu perusahaan, memang benar saya akan mendapatkan gaji yang lumayan besar. Tapi, perlu digaris bawahi juga, bahwa pekerja di perusahaan akan membuyarkan fokus saya untuk mengusahakan studi di luar negeri dan membatasi diri saya untuk berpartisipasi dalam kegiatan yang akan saya butuhkan untuk mengisi CV. Terlebih, berkerja di perusahaan tidak sesuai dengan jurusan yang ingin saya ambil untuk S2 saya nanti. Dan, betapa adilnya Ia, sebenarnya.

Sejak pertengahan Oktober, saya mulai mengajar sebagai guru sukarelawan berbayar di salah satu SD di dekat rumah saya. Apa mata pelajaran yang saya ampu? Bahasa Inggris, saudara-saudara. Sementara, selama empat tahun lebih dua bulan saya belajar tentang Akuntansi. Oh my..
Saat itu, keinginan studi di luar negeri belum muncul. Dan yang saya pikirkan hanyalah mengisi waktu ditengah status saya sebagai “Penunggu Wisuda”. Rencana nya, setelah dapat ijazah saya akan segera bergrilya apply dibanyak perusahaan.

Tidak disayangka, sekitar awal November saya dapat info dari seorang teman bahwa ada pendaftaran sekolah toefl gratis. Mendaftarlah saya ke sekolah toefl itu pada hari terakhir pendaftaran siswa baru. Dan, berkat kalimat sang mentor, beliau yang terhormat Budi Waluyo, S.Pd., MA, mimpi saya studi di luar negeri muncul kembali. Setiap malam, saya membaca ebook beliau tentang cara mendapat beasiswa ke luar negeri, dan setiap saya membaca, pasti ada air mata yang keluar.

Sampai tanggal wisuda, saya masih baik-baik saja. Semangat dan cita-cita untuk bergrilya memperoleh pekerjaan yang memberikan gaji tinggi dan stabil serta merencanakan studi di luar negeri masih membara. Namun, beberapa minggu setelah tanggal wisuda, saya merasa harus give up untuk studi ke luar negeri. Yang harus saya lakukan hanyalah berusaha mendapat pekerjaan bergaji tinggi; lupakan studi ke luar negeri; dan jangan baca ebook Budi Waluyo lagi.

Namun sayang, justru saat saya mengejar pekerjaan, yang saya rasakan hanyalah tepuruk yang makin dalam. Seperti yang saya tulis di atas, teman-teman saya sudah menerima panggilan tes di beberapa perusahaan, atau sudah berkerja sebagai guru Wiyata Bakti di sebuah sekolah. Tapi, ada apa dengan saya? Sementara CV saya lebih berisi dari pada CV mereka. Saya berpikir bahwa itu adalah hukuman Allah untuk saya karena saya orang yang tidak beruntung, apalagi ditambah dengan kejadian hilangnya sesuatu yang sangat berarti dalam hidup saya. Saya semakin terpuruk dan tidak bisa melakukan apapun.
Kalian tahu apa yang membawa saya kembali? Yang membawa saya kembali adalah seorang anak kecil yang menulis surat pada Tuhan, seorang anak kecil disuatu sinetron yang ditayangkan di salah satu stasiun TV swasta. Saya kembali, dan saya menulis. Tulisan ini.

Anak itu berkata bahwa, Tuhan akan memberikan apa yang diminta hambaNya, dan ia menyerahkan segala sesuatu atas apa yang ia inginkan pada Tuhan. Tuhan pasti akan mengaturnya.
Saya menangis, dan keesokan harinya saya mulai berdoa. Namun anehnya, saya merasa belum sepenuhnya lagi percaya dan berkata dalam doa saya “Ah, Allah, terserah Engkau sajalah mau bagaimana”. Pukul 9 pagi tadi, entah mengapa saya mulai melanjutkan membaca ebook Budi Waluyo, membaca CV beliau, dan lain-lain. Yang menarik, dalam CV Budi Waluyo, antara tahun kelulusan S1 beliau dengan mulainya beliau studi di luar negeri, berjarak dua tahun. Dan selama dua tahun itu, yang dilakukan beliau adalah menjadi tentor di salah satu bimbingan belajar.

Hanya seorang tentor disebuah bimbingan belajar, sementara teman-teman beliau yang lain sudah mendapat pekerjaan yang keren dan bergaji tinggi. Saya berpikir, untung saja selama dua tahun itu, atau setidaknya selama setahun, beliau tidak putus harapan. Seandainya beliau putus harapan, namanya tidak akan bersinar seterang sekarang. Jika berkata tentang keterbatasan, beliau menegaskan bahwa, keluarganya bukan konglomerat, bukan termasuk manusia jenius, dan banyak kendala lainnya. Namun semangat, tekun, dan kerja keras beliau lah yang membawa beliau berada ditempat berpijaknya sekarang.

Lalu, saya mengatakan pada diri saya sendiri, saat merasa sangat sengasara, ulas apa yang orang sukses perbuat pada hidup mereka, apakah mereka tidak pernah sengsara, tidak pernah merasa terpuruk? Pasti pernah. Hanya saja, beda antara seorang yang terpuruk satu dengan lainnya adalah usaha untuk bangkit, usaha untuk meyakinkah diri agar kembali bermimpi, dan menitipkan mimpinya pada pemilik takdir. Dan yang terpenting, meyakinkan diri bahwa hasil akan sebanding dengan proses, lakukan saja dengan baik, seandainya apa yang kamu ingin tidak menyata, ia akan menggantinya dengan sesuatu yang lebih baik. Seperti waktu saya mengerjakan skripsi.

Saya ingin bisa wisuda di bulan Juni 2015. Sayangnya, sampai akhir Januari atau awal Februari 2015, saat kebanyakan teman saya sudah mendapat pembimbing, bahkan sudah ada yang selesai skripsinya; saya masih kebingungan menentukan tema. Ditambah lagi, tetangga-tetangga saya yang masuk kuliah di tahun yang sama dengan saya (meskipun mereka tidak kuliah di kampus setingkat UNS) sudah pada lulus. Saya hidup di desa dan ibu saya memiliki toko yang cukup ramai dan saya sering membantu di toko itu. Berkali-kali para tetangga yang berbelanja ke toko kami, menanya pada saya apakah sudah lulus atau belum. Ah, waktu itu rasanya what the... Karena, mana ada yang mengalahkan obrolan ibu-ibu desa di dunia ini? Saat itu saya juga merasa dan menanya padaNya, apa yang Ia lakukan terhadap saya. Saya malu, dan menceritakan hal ini pada dosen pembimbing saya, Dr. Susilaningsih, M.Bus. Beliau menasihati bahwa mendengar omongan orang tidak akan pernah ada habisnya. Saya disarankan untuk fokus saja pada apa yang saya kerjakan tanpa memikirkan hasil. Dan, saya melakukan apa yang beliau katakan.

Setelah berhasil menyelesaikan skripsi dan dinyatakan  lulus, saya kepo skripsi yang disusun oleh teman-teman yang duluan lulus. Ternyata, memang benar apa yang dosen saya katakan “Kamu mengerjakan sesuatu yang luar biasa, Nia”.

Ya, terima kasih Allah. Menempatkanku sebagai mahasiswa Pendidikan Akuntansi FKIP UNS. Seandainya aku melanjutkan studi di luar negeri, aku tidak akan bertemu dengan nama-nama yang akan selalu ku nomor satukan diatas nama-nama lain. Bely AJK, Dani S, Dina K, Muftihah Riza F, Nunung AP, Rasyid GR, Riang NS, dan seorang yang; jika boleh manusia menyembah manusia lain, maka  akan ku sembah; Dr. Susilaningsih, M.Bus. Dan, seseorang yang hanya kuketahui namanya, mentor hidup saya; Budi Waluyo, S.Pd., MA.

Dan lagi-lagi terima kasih Allah. Menempatkanku sebagai guru bahasa inggris sukarelawan berbayar di salah satu SD, itu sangat membantu mengingat kembali dasar bahasa inggris. Dan menjadikanku sebagai siswa di Sekolah Toefl Budi Waluyo. Terima kasih memberikan kesempatan belajar bahasa inggris gratis dari dasar. Terima kasih Allah, memberiku sekali lagi kesempatan bermimpi studi di luar negeri. Terima kasih Allah, tidak mengijinkanku bekerja di salah perusahan yang kulamar agar aku fokus pada mimpiku. Terima kasih. Mengapa aku begitu lamban menyadari rencanaMu yang sempurna ini. Terima kasih Allah.

Dan, terima kasih Allah. Telah mengambilnya dari hidupku dan membuatku seterpuruk ini. Jika aku tidak seterpuruk ini, tulisan ini tidak akan pernah kuketik.

NB, saya menulis ini sebagai motivasi untuk orang-orang yang merasakan keterpurukan dalam hidup mereka. Semoga memberi manfaat. Mari saling menguatkan.

witen by @niahaji

mom...

on Senin, 23 November 2015
Ibu, semoga dirimu dalam keadaan sehat dan dirahmati.
Malam ini aku kepo facebook guru toelku, ibu, dan menemukan inspirasi bermakna dari sana.
Ia mengumpakan sukses adalah perjalanan. Yang berjalan duluan belum tentu sampai tujuan lebih awal dan dengan selamat. Jangan pernah hiraukan mereka yang jalan duluan. Siapkan saja segala sesuatunya yang dapat memberikan kenyamanan dan keamanan selama menempuh perjalanan. Karena hasil tidak selalu mengikuti logika manusia, tetapi ada keajaiban bagi siapa yang berproses paling baik.
Dan karena dalam sebuah perjalanan kita tidak bisa pergi ke banyak tempat dalam satu waktu, perlu disiapkan tujuan, rute, dan hal apa yang akan dilakukan disana, persiapan apa yang harus dibawa, dan lain sebagainya. Itu artinya kita tidak boleh serakah. Tetapkan tujuan dan melangkahlah dengan benar dan baik. 
Ibu, apakah setiap orang yang berkesempatan merasakan sekolah di luar negeri sepertimu? Jika menjadi sepertimu harus dilalui dengan studi luar negeri dan menjadi diri yang seperti itu, aku akan mengusahakannya. Untuk menjadi dirimu yang selalu menjadi mimpiku, masa depanku.
Karena guru toeflku bilang, "mimpi itu bayar, bayarnya dengan usaha, ketekunan, dan semangat pantang menyerah", aku akan membayarnya dengan lunas. Untuk menjadi dirimu yang selalu menjadi mimpiku, masa depanku.
Hiduplah dengan sehat dan panjang umur, karena aku tidak tahu akan bagaimana diriku jika aku tidak lagi dapat mengajakmu berbincang mengenai rasaku di tengah sibukmu ...
I love you, mom, my beloved mom.


witen by @niahaji
you are your self, not the other.. believe on yours, stay at your place, and keep moving on to balane your live..  written by @niahaji
on Rabu, 30 September 2015
sudah lama tidak menulis karena aku lupa sakitnya hati yang kecewa
witen by @niahaji

Telapak



Suatu senin yang suram dan tak akan kulupakan seumur hidupku. Untukku sang pendendam, memaafkan merupakan kejadian tabu dan dramatis. Namun kali ini, kurasa aku harus memaafkan meski tidak lagi mengharapkan kelanggengan hubungan.

Rumit, sekelumit kisah yang mirip benang kusut. Mau dipotong, sayang. Mau dibenarkan, susah. Dan kisah ini, berawal dari egoisnya hatiku, barangkali, namun aku enggan mengakui. Berusaha memandang yang benar-benar benar, dan gagal. 

Bertanya mengapa toh tak akan menemu jawabnya. Berdialog dengan hati toh akhirnya menyayat perih pada luka. Berdiskusi dengan logika dan bertemu jawabnya namun akan meninggalkan dendam yang dalam.
Wahai telapak, lukamu seperih luka hatiku. Adakah kau tahu keputusan macam apa yang harus aku ambil? Meninggalkan orang yang melukaimu dan hatiku, atau memaafkan dengan menelan pahitnya amarah. Telapak, sakit, bukan? Ya, hatiku pun sesakit engkau.

Andai hari itu aku tidak meminta tolong dirinya, kejadian ini tak akan menimpa kita, telapak. Sayangnya andai tidak mampu mengalahkan fakta bukan, telapak? Dan, rupiah untuk memulihkanmu tidak akan pernah sebanding dengan foto itu. Aku menyesal, telapakku. Aku sungguh ingin menyudahi namun rasaku, rasa hatiku. Ah, seharusnya aku bukan wanita, seharusnya biarkan logika yang menuntut jalan karena ia semata yang dapat menjelaskan banyak tanya.
witen by @niahaji